Postingan

Ujian Kenaikan Kelas

Gambar
Dulu (mungkin sampai sekarang juga) saya kadang mikir, yang membuat timbul banyak pertanyaan di kepala saya macam; "Kenapa ya Tuhan kok menakdirkan saya demikian?" "Kenapa saya yang dipilih Tuhan untuk menjalani kisah hidup yang demikian?" "Apa Tuhan gak kasian sama saya yang selalu iri sama teman-teman lain kalo liat mereka lagi minta beliin es krim ke Bapaknya?" "Tuhan sebenernya mau memberi pelajaran apa sih buat saya?" Jeleknya, kalo udah kelamaan mikir, saya tuh sukanya malah mengutuk diri saya sendiri. Lebih parah lagi kalo udah beranggapan jika Tuhan itu udah gak adil sama hidup saya, padahal kalo diyakini dalam keadaan waras, Tuhan Maha Adil, bukan? Pertanyaan bergaris miring semacam di atas, kalo saya lagi gak ada kerjaan, sering mampir suka-suka. Padahal kalo udah mampir, ujung-ujungnya tetep aja gak ada jawaban ataupun kesimpulan yang bisa saya ambil, belum saya temukan lebih tepatnya. Kadang karena gak mau kepo-in ...

Lihat! Ada Bukit di Utara!

Gambar
Pernahkah kamu merasakan jatuh cinta? Makhluk bernama  jatuh cinta  itu unik, dia bisa datang dari mana saja. Hadirnya dapat melalui rintik hujan, bau nasi goreng di pertigaan yang ramai tiap malam, potongan lagu dari band metal, bunyi bel sekolah tepat pukul tujuh, rasa manis gulali di pasar malam, permukaan bus kota yang berdebu, suara sapu lidi yang menyentuh halaman tiap pagi, hingga wajah orang asing yang kemudian menjadi peristiwa jatuh cinta pada pandangan pertama. Dua hari lalu, saya bertemu lagi dengan hal yang membuat saya merasakan jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Kali ini, bukit yang tak jauh dari rumah menjadi alasan saya untuk kembali jatuh cinta. Tidak ingin berbasa-basi dan keseringan menggunakan dua kata bertuliskan  jatuh cinta , maka langsung saja saya ceritakan bagaimana perjalanan saya menemukan cinta pada sebuah bukit dekat rumah. Selain cerita kenapa saya bisa jatuh cinta, disini juga akan dibumbui beberapa  banyak  keluh yang membuat ...

Menuju Syawal

Gambar
Tarawih terakhir, Ibu menangis di rakaat akhir "Ketemu lagi sama Ramadhan tahun depan, insya Allah", katanya. Tangisnya makin menjadi saat dibacakan doa sebelum shalat witir "Yang di dunia sedang bersuka menyambut syawal,  yang di kubur sebaliknya", katanya lagi sambil mengusap air mata yang sudah sampai pipi. Malam ini, kukerjakan sholat istimewa terakhir yang hanya ada di bulan mulia, di surau sederhana peninggalan moyang tercinta. Esok hari, kukerjakan pula dua kegiatan yang minggu depan akan kurindukan; Sahur dan Buka Puasa bersama dengan keluarga besar. Tak hanya minggu depan, tapi minggu-minggu seterusnya Hingga bertemu lagi diri ini dengan bulan kebaikan bernama Ramadhan. Lusa katanya sudah Syawal Esok sebelum petang, akan dicari keberadaan hilal oleh sebagian orang Esok malam, takbir akan bergema di jalan besar hingga sudut pedesaan Esok menjelang tengah malam, sepasang ibu-bapak tengah berdoa, menunggu kepulangan anak ...

Tentang Beruang Kutub Kami

Gambar
"Eh diem-diem... Pak Poo lagi jalan kesini, tidur-tidur" Pak Poo, beliau adalah orang tua laki-laki dari ibu kost kami. Nama aslinya Pak Syafi, seorang yg tanda tangannya selalu dibubuhi di surat ijin "tidak dapat menghadiri idul adha di sekolah" sebab tiap momen itu, kami sebagai anak kost selalu pulang kampung. Biasanya nama kami akan tercantum di dalam satu surat, membuat salah satu guru agamaku waktu itu sempat tertawa melihat surat kiriman Pak Poo. Badannya besar, rambutnya putih, giginya sudah banyak yg tanggal, maka ketika bergosip tentangnya kami sering menyamarkan beliau dengan sebutan "Beruang Kutub". Biasanya gosip kami tak jauh-jauh dari peraturan asrama Mandilaras yg tertempel di kamar-kamar kami, sebuah karya orisinil dari Pak Poo yg kerap kami perdebatkan.  Dibanding kamar kami, kamar milik Pak Poo yg sering kami sebut dengan "Kutub Utara" lebih banyak memiliki aneka macam kue kering. jajanan di Mesir saja akan kal...

Kisah Ceria dari Pantai Siung

Gambar
Kisah ini ditemukan saat saya membuka folder-folder catatan perjalan. Atas dasar ingin memberikan informasi "apa saja yang bisa anda lakukan di pantai", maka saya mengunggah tulisan yang saya buat satu tahun lalu, bahkan lebih 3 bulan. Tulisan ini dibuat saat saya masih menjadi calon anggota muda MAPAGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam UGM). oya, sebenarnya keinginan untuk mengunggah cerita perjalanan ini adalah karena saya -entah mengapa- sedang rindu dengan teman-teman angkatan Gladimula 32, hehe. tanpa banyak basa-basi, ini dia kisah cerita dari Pantai Siung! Camping ceria atau camcer, merupakan kelanjutan dari rangkaian acara Gladimula 32. Di acara ini, tiap detik acaranya diharap membawa keceriaan bagi setiap individu yang ikut bergabung di dalamnya. Aturannya, manusia-manusia yang pada acara Gladimula 32 menjadi peserta, kini menjadi panitia. Begitupun sebaliknya. Berbagai persiapan dilakukan oleh kami, sajan16 yang bertindak sebagai pelaksana. setelah melakukan berbaga...